Koperasi Desa Merah Putih Plesungan Dukung Rojabiyah Ceria, Ketua KDMP Tekankan Peran Sosial Koperasi


suarakopdes.com- BOJONEGORO -Kegiatan Rojabiyah Ceria bertema Anak Sholeh Bahagia Bersama Masjid digelar di Masjid Nurus Sholihin Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, pada Ahad, 18 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Remaja Masjid dan Himpunan Anak Masjid Nurus Sholihin Plesungan bersama IPNU–IPPNU Ranting Plesungan dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Plesungan sebagai wujud kepedulian koperasi desa terhadap kegiatan keagamaan, sosial, dan pembinaan generasi muda. Dukungan ini menunjukkan bahwa koperasi desa tidak hanya berperan dalam penguatan ekonomi warga, tetapi juga aktif dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.


Ketua Koperasi Desa Merah Putih Plesungan, Bapak Wicaksono, menyampaikan bahwa keterlibatan KDMP dalam kegiatan Rojabiyah Ceria merupakan bagian dari komitmen koperasi untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat desa. “Koperasi Desa Merah Putih Plesungan mendukung penuh kegiatan positif yang mampu memperkuat nilai keagamaan, kebersamaan, serta kepedulian sosial masyarakat. Masjid adalah pusat pembinaan umat, dan kegiatan seperti ini sangat selaras dengan semangat koperasi desa,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan Rojabiyah Ceria meliputi Lomba Mewarnai Kaligrafi bagi anak-anak tingkat TK hingga SD, Dongeng Ceria bersama Kak Cholis, serta aksi sosial berupa Donor Darah bekerja sama dengan PMI Bojonegoro dan Potong Rambut Gratis bagi masyarakat umum. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung, baik bagi anak-anak maupun masyarakat luas.


Panitia menyampaikan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk Koperasi Desa Merah Putih Plesungan, menjadi salah satu faktor penting terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar. Sinergi antara pengurus masjid, organisasi kepemudaan, dan koperasi desa diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan ke depan.


Melalui kegiatan Rojabiyah Ceria ini, masyarakat Plesungan diharapkan semakin siap menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai keislaman yang kuat.

 

            

Share:

Kolaborasi Asosiasi Merah Putih dan APJETI Bojonegoro untuk Pengelolaan Minyak Jelantah

 


suarakopdes.com, Bojonegoro, 16 Januari 2026 – Asosiasi Merah Putih Bojonegoro menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Pengepul Minyak Jelantah untuk Energi Terbarukan (APJETI) melalui rapat koordinasi yang dilakukan untuk memperkuat komitmen bersama dalam pengelolaan minyak jelantah sebagai sumber energi alternatif dan upaya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Rapat koordinasi yang berlangsung pada hari Kamis, 15 Januari 2026, pukul 15.00 WIB di Cafe Ice Harmoni Campurrejo menjadi wadah penting untuk menyelaraskan langkah kedua asosiasi dalam mengoptimalkan potensi minyak jelantah di wilayah Bojonegoro. Acara dihadiri langsung oleh Ketua Asosiasi KDKMP Bojonegoro Bapak Sugianto, bersama dengan ketua dan perwakilan pengurus dari kedua organisasi, yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap perkembangan sektor energi terbarukan lokal.

Pembahasan dalam rapat meliputi beberapa poin utama yang menjadi landasan kerjasama. Pertama, koordinasi menyeluruh terkait penetapan harga yang adil dan transparan bagi seluruh pelaku usaha di rantai pasokan minyak jelantah. Kedua belah pihak sepakat untuk membentuk mekanisme pemantauan harga yang objektif, serta menyusun sistem distribusi yang efisien guna memastikan kelancaran alur pengiriman dari titik pengumpulan hingga tempat pengolahan atau pengguna akhir. Selain itu, juga dibahas tentang perencanaan expedisi yang dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan daya saing produk.

Selanjutnya, pembahasan fokus pada peran dan tugas ketua serta perwakilan pengurus dalam menjalankan kerjasama. Kedua asosiasi menyepakati akan menetapkan pembagian tanggung jawab yang jelas, termasuk dalam hal komunikasi dengan pemerintah daerah, pemantauan kualitas minyak jelantah, dan penyusunan program pelatihan bagi anggota untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan terkait teknologi pengelolaan terbaru.

Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program nasional tentang energi terbarukan serta mengurangi dampak negatif limbah minyak jelantah terhadap lingkungan di Bojonegoro.

Share:

RAT Koperasi Desa Merah Putih Klampok Sukses Digelar

 


BOJONEGORO, suarakopdes.com – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Klampok berjalan sukses dan penuh antusias pada hari Jum'at, 16 Januari 2026. Acara yang diadakan dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun ekonomi desa dan mengembangkan potensi koperasi lokal.

Acara diawali dengan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh hadirin, sebagai wujud rasa cinta tanah air dan kesatuan dalam upaya memajukan koperasi. Setelah itu, KH. Moh. Anwar menyampaikan doa, memohon keberkahan, kelancaran operasional, serta kemajuan berkelanjutan bagi KDMP dan seluruh anggotanya.

Dalam sambutannya, Ketua KDMP Klampok menjelaskan bahwa meskipun koperasi masih tergolong baru berdiri, beberapa gerai usaha telah beroperasi dengan baik. Antara lain gerai obat pertanian, alat tulis kantor (ATK), dan sembako, serta telah menjalin kerja sama strategis dengan Pondok Pesantren Sunan Drajad. Hal ini menjadi langkah awal positif yang memberikan manfaat nyata bagi anggota dan mendorong perkembangan ekonomi desa.

Kepala Desa Klampok, Agus Supriyanto, yang juga menjabat sebagai pengawas koperasi, menyampaikan dukungan penuh terhadap keberadaan dan perkembangan KDMP Klampok. Beliau mengakui bahwa hingga saat ini pemerintah desa belum dapat menemukan lokasi gerai yang sesuai dengan kebutuhan, yakni lahan seluas 30 x 20 meter yang rencananya akan dibangun secara bersama-sama dengan PT Agrinas dan TNI. Namun demikian, beliau menegaskan bahwa dukungan terhadap koperasi tetap menjadi prioritas utama pemerintah desa.

Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bojonegoro, Ibu Endah, memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus dan anggota KDMP Klampok. KDMP berhasil menjadi satu-satunya koperasi desa Merah Putih yang telah melaksanakan RAT dari total 430 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bojonegoro, serta termasuk dalam 12 KDMP yang telah berhasil membuka gerai usaha. Pencapaian ini dinilai luar biasa dan patut dijadikan contoh bagi koperasi desa lainnya di wilayah tersebut.

Memasuki agenda inti, seluruh hadirin menyetujui pengesahan tata tertib RAT, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Tahun Buku 2025 oleh ketua koperasi. Saat ini KDMP memiliki 57 anggota dengan rincian simpanan pokok sebesar Rp2.850.000, simpanan wajib Rp880.000, simpanan sukarela Rp15.000.000, dan barang titipan senilai Rp5.000.000. Pemasukan usaha tercatat mencapai Rp23.000.000 dalam waktu sekitar 20 hari operasional, dengan performa yang baik tanpa mengalami kerugian. Namun, dengan penuh kerendahan hati, ketua meminta maaf karena belum dapat membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) pada tahun ini.

Selain itu, juga disampaikan rencana kerja tahun 2026 yang sangat ambisius, antara lain kerja sama dengan MBG, pembukaan usaha Buka, penjualan gas LPG, pembentukan unit simpan pinjam, serta menjalin kemitraan dengan PT Pos Indonesia, PLN, Starner, dan Bank BNI. Rencana ini diproyeksikan membutuhkan modal sebesar Rp330 juta.

Sesi tanya jawab yang berlangsung sangat dinamis menjadi salah satu sorotan acara, dengan banyak usulan, masukan, dan ide konstruktif dari para anggota. Seluruh masukan dicatat secara rapi oleh notulen Nisa’ dan dijawab secara transparan oleh pengurus koperasi.

Acara ditutup dengan suasana penuh kepuasan dan kebersamaan. Para peserta menyambut baik kinerja dan transparansi pengurus, yang ditandai dengan tepukan tangan meriah, ucapan selamat, serta jabat tangan sebagai bentuk dukungan untuk memajukan Koperasi Desa Merah Putih Klampok ke arah yang lebih baik.

Share:

Koperasi Desa: Harapan Baru Ekonomi Kerakyatan yang Harus Dijaga dan Diperkuat


Suarakopsdes.com- Pada tahun 2026, perbincangan mengenai koperasi desa semakin hangat di seluruh pelosok Indonesia, seiring dengan berkembangnya Program Koperasi Merah Putih (KDMP) yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi nasional menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. Fenomena ini tidak hanya menjadi sorotan pemerintah, tetapi juga menjadi perhatian masyarakat luas yang melihat potensi besar koperasi desa sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi yang berakar pada komunitas lokal. Melalui lensa berbagai perspektif, koperasi desa saat ini muncul sebagai harapan baru bagi pemberdayaan ekonomi kerakyatan, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang cukup xxg gaperhatian serius dari semua pihak terkait.

Salah satu aspek paling menjanjikan dari koperasi desa adalah perannya sebagai penggerak ekonomi desa yang sebenarnya mampu menyentuh lapisan bawah masyarakat. Berbeda dengan lembaga keuangan konvensional yang terkadang sulit dijangkau oleh masyarakat desa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, koperasi desa dirancang untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau. Data menunjukkan bahwa hingga paruh pertama tahun 2025 saja, telah terbentuk lebih dari 15.000 unit koperasi desa di seluruh Indonesia, dengan jumlah tertinggi berada di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Di Sulawesi Tenggara misalnya, sebanyak 2.285 unit koperasi desa telah beroperasi dan mulai menunjukkan kontribusi positif dalam mengoptimalkan potensi sektor utama daerah seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan. Melalui pola kerja sama yang berdasarkan prinsip gotong royong, koperasi desa mampu mengumpulkan sumber daya lokal, mengelola produksi secara terpadu, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk hasil kerja tangan dan usaha lokal masyarakat desa.

 

Selain sebagai lembaga keuangan dan pengelola produksi, koperasi desa juga berperan sebagai pusat layanan terpadu yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa. Konsep KDMP yang mengintegrasikan berbagai fasilitas dalam satu wadah telah menunjukkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Mulai dari penyediaan sembako murah yang berperan penting dalam menekan tekanan inflasi pangan di tingkat lokal, hingga penyediaan klinik dan apotek desa yang meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Tak hanya itu, banyak koperasi desa juga telah mengembangkan fasilitas cold storage untuk menjaga kesegaran hasil produksi pertanian dan perikanan lokal, serta layanan logistik yang mendukung distribusi produk ke pasar luar desa bahkan hingga pasar kota besar. Hal ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomis produk lokal, tetapi juga memberikan kepercayaan kepada masyarakat desa bahwa usaha mereka memiliki prospek yang cerah jika dikelola dengan baik melalui wadah koperasi.

Di luar dimensi ekonomi, koperasi desa juga berperan sebagai stabilisator sosial dan politik di tingkat masyarakat bawah. Nilai-nilai dasar koperasi yang mengedepankan kekeluargaan, keadilan, dan demokrasi ekonomi sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 33 yang menyatakan bahwa perekonomian nasional disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Melalui mekanisme kepemilikan bersama dan pengambilan keputusan yang demokratis, koperasi desa memberikan kesempatan bagi setiap anggota untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi lokal, sehingga menciptakan rasa memiliki dan kebersamaan yang kuat di antara masyarakat. Hal ini berdampak positif pada stabilitas sosial desa dan membantu mencegah munculnya konflik yang berakar pada kesenjangan ekonomi. Bahkan, banyak pihak melihat koperasi desa sebagai wujud nyata dari demokrasi Indonesia yang hidup dan berkembang di tingkat akar rumput, di mana setiap suara anggota memiliki nilai yang sama dalam menentukan arah perkembangan usaha bersama.

Namun, di balik semua potensi positif yang dimiliki, koperasi desa saat ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan serius yang dapat menghambat perkembangannya jika tidak segera mendapatkan solusi yang tepat. Salah satu masalah utama yang sering muncul adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola koperasi desa. Berdasarkan survei nasional yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada awal tahun 2026, sebanyak 68% responden menyatakan bahwa kurangnya kemampuan dan pengetahuan pengelola koperasi menjadi hambatan terbesar dalam pengelolaan yang baik. Banyak pengelola koperasi desa yang belum memiliki pemahaman yang memadai tentang manajemen keuangan, perencanaan bisnis, pemasaran produk, dan tata kelola organisasi yang baik. Hal ini seringkali menyebabkan munculnya masalah seperti kurangnya transparansi dalam pengelolaan keuangan, pengambilan keputusan yang tidak berdasarkan data dan analisis yang matang, serta rendahnya kepercayaan masyarakat untuk menjadi anggota atau menggunakan jasa yang ditawarkan oleh koperasi desa.

Selain masalah SDM, keterbatasan modal dan infrastruktur juga menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Sebanyak 38% responden dalam survei yang sama menyebutkan bahwa kurangnya modal menjadi kendala utama dalam mengembangkan usaha koperasi desa, sementara 31% menganggap bahwa infrastruktur fisik maupun digital yang tidak memadai menghambat efisiensi operasional dan akses pasar. Banyak koperasi desa yang kesulitan mendapatkan modal awal atau tambahan untuk mengembangkan usaha, baik dari pemerintah maupun dari lembaga keuangan lainnya. Selain itu, kurangnya akses terhadap infrastruktur seperti jalan raya yang baik, fasilitas penyimpanan, serta teknologi informasi dan komunikasi membuat koperasi desa kesulitan untuk bersaing dengan usaha lain dan menjangkau pasar yang lebih luas. Di beberapa daerah terpencil, keterbatasan akses internet bahkan membuat koperasi desa kesulitan untuk melakukan transaksi secara daring atau memasarkan produk mereka melalui platform digital yang saat ini semakin menjadi tren utama dalam perdagangan.

Persaingan dengan lembaga usaha lain serta kurangnya minat dan partisipasi masyarakat juga menjadi tantangan yang perlu diatasi dengan serius. Di banyak daerah, koperasi desa harus bersaing dengan pedagang besar atau perusahaan swasta yang memiliki sumber daya dan skala usaha yang lebih besar. Selain itu, masih banyak masyarakat desa yang kurang memahami tentang manfaat dan prinsip kerja koperasi, sehingga kurang memiliki minat untuk bergabung atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Beberapa kasus bahkan menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih untuk melakukan transaksi dengan lembaga usaha lain yang mereka anggap lebih praktis atau menguntungkan dalam jangka pendek, tanpa menyadari bahwa koperasi desa menawarkan manfaat jangka panjang yang lebih besar bagi komunitas secara keseluruhan.

Untuk mewujudkan potensi koperasi desa secara optimal dan menjadikannya sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan, diperlukan upaya yang komprehensif dan terkoordinasi dari berbagai pihak. Pertama dan utama, perlu dilakukan peningkatan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi pengelola koperasi desa secara berkelanjutan. Pelatihan tidak hanya harus fokus pada aspek manajemen keuangan dan bisnis, tetapi juga pada pemasaran, penggunaan teknologi digital, serta tata kelola organisasi yang baik dan transparan. Selain itu, penyuluhan kepada masyarakat desa tentang pentingnya dan manfaat dari koperasi desa juga sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat.

Kedua, perlu dipermudahkan akses modal bagi koperasi desa melalui berbagai skema pendanaan yang ramah dan mendukung. Pemerintah dapat meningkatkan alokasi anggaran untuk pembinaan dan pendanaan koperasi desa, sementara lembaga keuangan dapat mengembangkan produk pinjaman yang khusus dirancang untuk kebutuhan koperasi desa dengan suku bunga yang terjangkau dan jangka waktu yang fleksibel. Selain itu, pengembangan infrastruktur fisik dan digital di daerah desa juga harus menjadi prioritas utama, karena tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, koperasi desa akan kesulitan untuk mengoptimalkan operasional dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketiga, kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan koperasi desa. Sektor swasta dapat berperan dalam memberikan bantuan teknis, akses pasar, dan kemitraan bisnis, sementara perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui penelitian dan pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan koperasi desa. Organisasi masyarakat sipil dapat berperan dalam memfasilitasi komunikasi antara koperasi desa dan berbagai pihak terkait, serta dalam memastikan bahwa perkembangan koperasi desa tetap sesuai dengan kepentingan masyarakat lokal.

Terakhir, sangat penting untuk menerapkan pendekatan berbasis masyarakat yang mengakomodasi karakteristik dan potensi masing-masing desa. Setiap desa memiliki kondisi dan potensi yang berbeda-beda, sehingga tidak dapat diterapkan satu pola pengelolaan koperasi yang sama untuk seluruh daerah. Dengan memahami dan mengoptimalkan potensi lokal, koperasi desa dapat berkembang sesuai dengan prinsip dasarnya dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh.

Koperasi desa saat ini bukan hanya menjadi topik hangat dalam perbincangan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi cermin dari harapan masyarakat Indonesia untuk memiliki sistem ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan memperhatikan potensi yang ada dan mengatasi tantangan yang dihadapi dengan serius, koperasi desa benar-benar dapat menjadi harapan baru bagi pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan menjadi pondasi yang kokoh untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang kita impikan bersama.

Share:

RAKOR KDKMP KECAMATAN BUBULAN BERLANGSUNG SANTAI DAN HIKMAT


suarakopdes.com.BUBULAN, – Sebanyak seluruh pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kecamatan Bubulan menggelar rapat koordinasi (rakor) pada tanggal 21 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Desa Cancung, tepatnya di Caffe Lillo, menjadi wadah bagi para pengurus untuk berkumpul dan menyampaikan berbagai pemikiran terkait pengembangan potensi wilayah serta penyusunan agenda kegiatan tahun depan.

 

Dalam rakor yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus KDKMP dari berbagai desa di Kecamatan Bubulan ini, terdapat dua poin utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, melakukan koordinasi dan pendataan secara menyeluruh terkait potensi desa yang dimiliki oleh setiap Koperasi Desa (Kopdes) di wilayah kecamatan tersebut. Pendataan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa, sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya lokal yang ada dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Kedua, menyusun dan mengkoordinasikan agenda kegiatan skala Kecamatan yang akan menjadi bagian dari program amatan tahun depan. Para pengurus membahas secara mendalam mengenai jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, waktu pelaksanaan yang tepat, serta pembagian tugas dan tanggung jawab antar pengurus koperasi di kecamatan Bubulan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan setiap aktivitas.

 

Meskipun para pengurus memiliki perbedaan dalam hal ideologi dan pandangan terhadap beberapa isu, namun seluruh proses diskusi berlangsung dengan sangat santai dan hikmat. Setiap pihak diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat dan gagasan, sehingga tercipta suasana yang kondusif dan kolaboratif. Semua peserta sepakat untuk menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kerja sama guna mencapai tujuan bersama dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Bubulan serta mengembangkan peran Koperasi Desa sebagai ujung tombak perekonomian lokal.


Share:

ASOSIASI KOPERASI MERAH PUTIH BOJONEGORO BERKOLABORASI SECARA LUAS UNTUK KEMAJUAN BERSAMA

 


Suarakopdes.com-BOJONEGORO, 13 Januari - Asosiasi Koperasi Merah Putih Bojonegoro telah melakukan berbagai upaya kolaborasi dan dukungan terhadap program pembangunan, baik dari pemerintah daerah, pusat, maupun pihak terkait lainnya. Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) secara nasional diluncurkan pada 21 Juli 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. KDMP Padangan sendiri telah mampu beroperasi secara mandiri tanpa menunggu bantuan pusat, mendorong kemandirian ekonomi desa melalui kemitraan usaha lokal.

 

Sebagai langkah awal, Ketua Asosiasi bersinergi dengan TNI untuk mempercepat pembangunan KDMP se-Bojonegoro. Selain itu, Asosiasi juga bekerja sama dengan KDMP se-Kecamatan Gayam untuk mendukung suksesnya Pameran Banyuurip, serta melakukan kolaborasi dengan KDMP Kabupaten Lamongan. Kunjungan dari KDMP Kedung Adem Bojonegoro juga menunjukkan semangat kerja sama yang erat antar KDMP.

 

Dalam mendukung program pemerintah daerah, Ketua Asosiasi memberikan dukungan penuh kepada Bupati Setyo Wahono dalam program air bersih di Desa Sumberbendo dan Desa Bondol, Kecamatan Ngambon. Bahkan, Asosiasi juga melakukan pembahasan bersama Tim CSR BRI Jakarta untuk mencari mata air bersih bagi kedua desa tersebut.

 

Asosiasi juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait ekonomi dan perdagangan. Beberapa bentuk kerjasama antara lain:


- Kunjungan ke Pabrik Beras Modern 44S milik Pak Santoso di Kecamatan Gayam.


- Kolaborasi dengan Dekopinda Bojonegoro (dimana Ketua Asosiasi bersama Anggota DPRD Komisi B Donny menjadi bagian dari Dekopinda) untuk mendukung program pemerintah pusat dan daerah.

- Kerjasama dengan TV Koperasi Jakarta dalam berbagi pengalaman.

- Koordinasi dengan Dinas Perikanan untuk pemetaan potensi pengembangan sektor perikanan.

- Kolaborasi dengan Koperasi Darmawanita Kecamatan Padangan.

- Penyelenggaraan Pasar Murah bersama BNI dan Bulog, serta Pasar Rakyat di Desa Padangan (acara Pemprov Jawa Timur) yang dilakukan bersama JTV dan Dinas Perdagangan.

- Silaturahmi dan kerja sama dengan Dinas Perdagangan, Kantor Bulog, serta Dinas Koperasi dalam kegiatan penyerahan akta koperasi Merah Putih se-Bojonegoro.

- Sinergi dengan BRI untuk bisnis BRILINK dan kerja sama dengan tim Bank BNI Bojonegoro.

 

Selain itu, Ketua Asosiasi juga memastikan dukungan Pertamina terhadap KDMP melalui pengiriman LPG sesuai jadwal, serta melakukan kegiatan ngopi bersama pengurus untuk menjaga persaudaraan antar anggota.

 

 

Share:

Sinergi Membangun Ekonomi Desa: Asosiasi Merah Putih Bojonegoro Bedah Tantangan Usaha Riel Koperasi di Sumengko



Suarakopdes.com – Semangat gotong royong dan penguatan ekonomi kerakyatan kembali bergelora di Bumi Angling Dharma. Pada Sabtu, 10 Januari 2026, Asosiasi Merah Putih Bojonegoro menggelar pertemuan strategis guna membahas masa depan dan tantangan usaha riel Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Bertempat di Balai Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, acara ini menjadi momentum penting bagi para penggerak koperasi untuk menyamakan visi di tengah dinamika ekonomi yang kian menantang.

Pertemuan besar ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci dari seluruh pelosok Bojonegoro. Nampak hadir seluruh Koordinator Kecamatan (Korcam) se-Kabupaten Bojonegoro, serta seluruh ketua koperasi Desa kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari dua kecamatan penyangga, yakni Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Purwosari. Kehadiran para pengurus ini menunjukkan soliditas organisasi dalam mengawal arus ekonomi di tingkat desa.

Menakar Peluang di Tengah Tantangan Zaman

Ketua Asosiasi Merah Putih Bojonegoro, Pakyanto, dalam paparan utamanya menekankan bahwa koperasi harus mampu bertransformasi. Menurutnya, sektor usaha riel adalah kunci keberlangsungan koperasi agar tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam semata, tetapi juga menjadi motor penggerak produksi dan distribusi produk lokal.

"Kita berada di ambang perubahan besar. Peluang pasar untuk produk-produk desa sangat terbuka lebar, namun tantangannya adalah bagaimana kita menjaga konsistensi kualitas dan daya saing. Kopdes Merah Putih harus berani mengambil peran dalam unit usaha riel yang menyentuh kebutuhan pokok masyarakat," ujar Pakyanto di hadapan para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Ibu Dania selaku Wakil Ketua Asosiasi Merah Putih Bojonegoro, memberikan sorotan tajam pada aspek manajerial. Ia memaparkan betapa krusialnya tertib administrasi dalam mengelola sebuah organisasi besar. Bagi Dania, administrasi yang rapi bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi kepercayaan anggota dan alat ukur kesehatan usaha.

"Tanpa administrasi yang transparan dan akuntabel, usaha riel sehebat apa pun akan sulit untuk berkembang secara berkelanjutan. Kita harus mulai mendigitalisasi pencatatan agar gerak koperasi lebih lincah dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Dania.

Sumengko Sebagai Tuan Rumah: Sambutan Hangat dan Harapan Besar

Sebagai tuan rumah, Ketua KDKMP Sumengko, Nurkakim, menyambut hangat kehadiran para delegasi dari seluruh penjuru Bojonegoro. Dalam sambutannya yang penuh kerendahan hati, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan asosiasi yang telah memilih Desa Sumengko sebagai lokasi pertemuan penting ini.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran rekan-rekan seperjuangan. Kami menyadari masih banyak kekurangan, baik dalam penyediaan tempat maupun hidangan yang kami sajikan. Namun, kami berharap kehangatan persaudaraan ini tetap terjaga," ungkap Nurkakim dengan tulus.

Semangat tuan rumah diperkuat oleh pernyataan dari Bapak Mahaji, selaku Pengawas Koperasi. Ia memberikan pesan motivasi agar pertemuan di Sumengko ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi pemicu semangat (booster) bagi perkembangan Kopdes di wilayah lain.

"Selamat datang di desa kami. Semoga dengan melihat langsung aktivitas di sini, KDKMP Sumengko bisa memberikan sedikit inspirasi dan semangat baru bagi seluruh Kopdes Merah Putih se-Kabupaten Bojonegoro untuk terus bergerak maju membangun ekonomi desa," tutur Mahaji.

Dialog Interaktif: Mendengar Suara dari Akar Rumput

Acara mencapai puncaknya saat memasuki sesi tanya jawab. Suasana balai desa menjadi sangat dinamis ketika para pengurus dan anggota koperasi dari berbagai kecamatan mulai melontarkan pertanyaan, masukan, hingga keluh kesah yang dihadapi di lapangan.

Diskusi berkembang mulai dari kendala permodalan, teknik pemasaran produk unggulan desa, hingga perlindungan hukum bagi pengurus koperasi. Melalui dialog dua arah ini, Asosiasi Merah Putih berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan berkelanjutan (mentoring) bagi tiap-tiap KDKMP agar mampu menjawab tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Menuju Kemandirian Ekonomi Desa

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring antar-Kopdes. Dengan sinergi antara Korcam dan KDKMP, Asosiasi Merah Putih Bojonegoro optimis bahwa di tahun-tahun mendatang, koperasi bukan lagi sekadar pelengkap ekonomi, melainkan pilar utama yang mampu menyejahterakan masyarakat Bojonegoro secara merata.

Langkah kaki para peserta meninggalkan Balai Desa Sumengko membawa harapan baru. Bahwa dengan semangat "Merah Putih", tantangan usaha riel kedepan bukanlah hambatan, melainkan tangga menuju kemandirian ekonomi yang sesungguhnya.

 

Share:

BTemplates.com

About

3-latest-65px

BTemplates.com

Suarakopdes.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Cari

Kategori

Blog Archive

Postingan utama

5-latest-800px-composition1

Labels

Postingan terbaru

4-latest-400px-bloglist